Jumat, 13 April 2012

1. ANAKKU

Namamu begitu erat menjerat
Urat nadi yang berdenyut setiap saat
Rasanya berat untuk melupakanmu

Cahaya yang terpancar dari wajahmu
Amat  menyilaukan hati hambaMu
Hanyut terbawa rasa cinta dan rasa rindu
Yang begitu berat membebani hidup
Oleh besarnya rasa kasih dalam kalbu

Yang kurasa saat ini
Untaian sajak-sajak cinta
Diantara darai air mata
Ingin kulepaskan rindu di dada

Hari - hariku terbelenggu
Entah mengapa wajahmu menggoda kalbu
Resah gelisah selalu menyertaiku
Mengharap kehadiranmu
Akan menambah kebahgiaanku
Wajah tampanmu dan kulit putihmu
Akan selalu menjadi pengisi hatiku
Harapanku... alangkah indahnya bila kau menjadi puteraku.

2. Allahu Akbar

Bergetar seluruh tubuhku
Saat  menyadari peristiwa itu
Kau terlepas dari kepalaku
Bergulir menuju gerbang rumahmu

Ada apa itu?
Kenapa itu terjadi padaku
Adakah salahku padamu
Yang menoreh di dalam kalbumu

Sayang.....
Bila bundamu menorehkan luka
Maafkan dengan kebesaran jiwa
Biar damai menyelimuti jiwa

Sayangqyu....
Kedatanganmu membalut luka hatiku
Namun kini, siksa memenuhi nuraniku
Karena belum tahu isi hatimu

Ya Allah... yang maha pengasih
Ku mohon ampunanmu sepenuh hati
Jangan biarkan hambamu selalu tersakiti
Karena kesalahan yang tiada dimengerti

Sayangqyu....
Bunda kangen padamu
Kangen senyum manismu
Rindu sikap  relegiusmu

Matahariku...
Bersinarlah selalu
Tuk lingkungan disekitarmu
ebagai penerang di dalam kalbu

DEDEK

Mau tidur ingat kamu
Mau mandi kusebut namamu
Di jalan namamu terlantor dari bibirku
Mangapa ini?

Dedek..
Sebutan anak-anak kecil
Yang menawan di dalam hati
Tuk semua anak-anak negeri

Kau memang rupawan
Senyummu menggoda jiwa
Perilakumu santun tiada tara
Membuatku jatuh cinta


EGOISME

Jaman edan
Manusia makin tak karuan
Mengumbar Aurat demi roti sekerat
Tanpa malu berbuat maksiat

Zaman semakin maju
Manusia gerah bila berbaju
Makanan yang serba keju
Manusia lupa masa lalu

Negerimu terindah untukmu
Jangan hanya memburu nafsu
Memenuhi segala hasratmu
Dengan menikam sesamu

Kau buru kehendakmu
Tak sedikitpun ada rasa asih dihatimu
Kau tinggalkan luka pada sesama
Demi terwujudnya cita-cita









Tidak ada komentar:

Posting Komentar