Minggu 16 September 2012
Gambaran mimpi
Minggu 16 September adalah realisasi rencana sllaturakhim kepada teman-teman sesama umat muslim yang kebetulan saat melakukan Umroh bersama-sama. pada bualan 19 Maret 2012. Sekaligus berbakti kepada orang tua. Pulang silaturakhim pukul 11.00 badan tersa capek, namun sambil menunggu waktu unt5uk sholat dhuhur kami baca-baca koran.
Selesai sholat dhuhur kami semua istirahat dengan tidur siang. Saat tidur siang inilah mimpi itu terjadi. Aku memncing disebuah kolam dan mendapatkan ikan lele yang besar namun anehnya ikan lele tersebut bentuknya benar-benar rusak seperti sudah digoreng dan di sayur, licinnya luar biasa, Untungnya saya twetep bisa mengikat iikan tersebut. Kemudian saya diberi pancing lagi sama anak kesayangku Enceyeha,
" Bu pake pancing ini saja" katanya.
" Ah, ya enggak lah.. itukan untuk memancing di panatai". Jawabku
"Tidak Bu!," kata anakkku " Itu bisa juga untuk mancing di kolam ' Katanya
" Baiklah yank, terimakasih " Katraku
Akhirnya aku memancing dengan pancing pemberiannya, setelah diberi umpan pancing saya lempar ke kolam, tanpa menunggu lama pancing disantap ikan, namun ditarik sama ikan itu sampai putus.
Sore hari pukul 5 sya pulang dari magelang ke Wates naik sepeda motor Sampai di rumah suamisedang ada tamu. Akhirnya aku langsung masuk ke dalam. Dimeja kudapati HPyang sedang si Chas, iseng-iseng saya buka ternyata isinya naudzubillahimindzalik. Bagaimana bisa seorang pendidik dan imam dalam keluarga smsana begitu jorok tentang hubungan perselingkuhannya dengan perempuan sesama guru seni rupa? Sayhanya bisa mengucap astaghfirullahal'adzim.
Aku
DYLUFIDE
Selasa, 18 September 2012
Minggu, 22 Juli 2012
Carut marut penataan guru
Saat ini sedang rame-ramenya penataan guru
Dimana nurani kadang bertentangan dengan kenyataan
Tak peduli nyaman atau tidak nyaman
Yang penting harus taatdengan keputusan
Bagaikan bola dilempar ke gawang
Sayang gawang tiada berlobang
Lihat ke sana ke mari tiada menemui
Jalan menuju pencerahan di bumi pertiwi
Bumi ini bagaikan kubangan yang siap menerkam
Siapa saja yyang tatapannnya tiada tajam
Menghindari lubang-lubang buatan penguasa
Berlaku bagaikan serigala haus kekuasaan
Bumiku.... bentangan harapan setiap insan
Tuk hidup nyaman penuh kedamaian
Namun apalah kuasa seorang hamba sahaya
Yang harus mau menelan kegetiran dunia fana
Saat ini sedang rame-ramenya penataan guru
Dimana nurani kadang bertentangan dengan kenyataan
Tak peduli nyaman atau tidak nyaman
Yang penting harus taatdengan keputusan
Bagaikan bola dilempar ke gawang
Sayang gawang tiada berlobang
Lihat ke sana ke mari tiada menemui
Jalan menuju pencerahan di bumi pertiwi
Bumi ini bagaikan kubangan yang siap menerkam
Siapa saja yyang tatapannnya tiada tajam
Menghindari lubang-lubang buatan penguasa
Berlaku bagaikan serigala haus kekuasaan
Bumiku.... bentangan harapan setiap insan
Tuk hidup nyaman penuh kedamaian
Namun apalah kuasa seorang hamba sahaya
Yang harus mau menelan kegetiran dunia fana
Minggu, 24 Juni 2012
BALI
Kutelah kembali
Dari pulau seribu Dewi
Yang menawan setiapa hati
sipapun orang yang mengunjungi
Hutan indah membentang
Disepanjang jalan dari palabuhan
Jangan kau terbawa budaya kota
Yang tiada peduli dengan alam sekitar
Tak ada tempat yang seindah romanmu
Yang begitu menjaga kelestarian lingkunganmu
Bali yang indah dan anggun
Karena dipegang manusia berhati luhur
25 Juni 2012
Kutelah kembali
Dari pulau seribu Dewi
Yang menawan setiapa hati
sipapun orang yang mengunjungi
Hutan indah membentang
Disepanjang jalan dari palabuhan
Jangan kau terbawa budaya kota
Yang tiada peduli dengan alam sekitar
Tak ada tempat yang seindah romanmu
Yang begitu menjaga kelestarian lingkunganmu
Bali yang indah dan anggun
Karena dipegang manusia berhati luhur
25 Juni 2012
Selasa, 12 Juni 2012
Senin, 28 Mei 2012
BUNGAKU
Bungaku nan ayu semerbak mewangi
Setiap kumbang menatap dengan sepenuh hati
Ingin menghisap madu yg dimiliki
Namun terkendala tajamnya duri
Angin bertiup sepoi
Meliukkan tangkai melati
Bunga harum semerbak mengelilingi
Memikat hati setiap hamba Ilahi
Bungaku....
Jangan layu sebelum berbenih
Agar terwujud insan -insan yang suci
Sebagai pendamai hati dan pelindung dunia ini
Bungaku...
Biarlah tubuhmu kering
Jangan hatimu bergeming
Gapailah Nur Ilahi di setiap hembusan Angin
Bungaku nan ayu semerbak mewangi
Setiap kumbang menatap dengan sepenuh hati
Ingin menghisap madu yg dimiliki
Namun terkendala tajamnya duri
Angin bertiup sepoi
Meliukkan tangkai melati
Bunga harum semerbak mengelilingi
Memikat hati setiap hamba Ilahi
Bungaku....
Jangan layu sebelum berbenih
Agar terwujud insan -insan yang suci
Sebagai pendamai hati dan pelindung dunia ini
Bungaku...
Biarlah tubuhmu kering
Jangan hatimu bergeming
Gapailah Nur Ilahi di setiap hembusan Angin
Jumat, 20 April 2012
Ujian Nasional
Ujian Nasional
Ujian Nasional yang menggemparkan, jalanmu menjadi beban anak didik bangsa yang tidak bermental baja. Mereka ketakutan karena tidak persiapan secara mandiri. Ujung-ujungnya menyalahkan orang lain dan negri ini. Sebenarnya kalau ujian itu didasari rasa ikhlas dan pasrah setelah berusaha semua tak kan ada masalah.Yang menjadi masalah adalah karena manusia punya ambisi namun tak didasari kesadaran tentang kewajibannya sebagai seorang hamba.
Dia merasa selalu menjadi orang yang paling benar, paling pintar dan paling sempurna. Sehingga bila terjadi kegagalan akan segera mencari kambing hitam.
Mengapa Ujian Nasional menegangkan?
1. Siswa sendiri hanya belajar secara dadakan tidak kontinyu sejak awal
2. Siswa suka mengandalkan jalan pintas saat di uji kemampuannya seperti, menyontek, atau
bertanya kepada teman.
3. Orang tua tidak memberi rasa aman tetapi menuntut dengan menunjukkan prestasi tanpa
mau menemani perjuangan anak-anaknya, karena ada yang berpedoman bahwa semua
tanggung jawabnya gugur bila telah mencukupi kebutuhan materi.
4. Anak lupa bagaimana menghornati orang tua karena dirinya sudah merasa menjadi
manusia yang berpendidikan sayangnya banyak yang tidak punya sopan dan tidak punya
rasa santun terhadap orang tua
5. Siswa lebih suka jadi tukang pijit ( SMSan) dari pada belajar
6. Siswa tidak bisa menghargai guru sehingga saat guru membimbing belajar kurang mendapat
perhatian.
7. Siswa lupa dengan kodho dan kodar sehingga tindaknnya selalu nyasar
8. Siswa lebih suka menyalahkan orang lain atas kegagalannya dari pada mengoreksikesalahan
diri sendiri.
9. Siswa jauh dari Ilahi yang telah memberikan kesempatan hidup di muka bumi ini
10.Siswa tidak percaya lagi tentang pepatah yang pengatakan" Siapa yang menanam dia
yang akan mengetam".
Ujian Nasional yang menggemparkan, jalanmu menjadi beban anak didik bangsa yang tidak bermental baja. Mereka ketakutan karena tidak persiapan secara mandiri. Ujung-ujungnya menyalahkan orang lain dan negri ini. Sebenarnya kalau ujian itu didasari rasa ikhlas dan pasrah setelah berusaha semua tak kan ada masalah.Yang menjadi masalah adalah karena manusia punya ambisi namun tak didasari kesadaran tentang kewajibannya sebagai seorang hamba.
Dia merasa selalu menjadi orang yang paling benar, paling pintar dan paling sempurna. Sehingga bila terjadi kegagalan akan segera mencari kambing hitam.
Mengapa Ujian Nasional menegangkan?
1. Siswa sendiri hanya belajar secara dadakan tidak kontinyu sejak awal
2. Siswa suka mengandalkan jalan pintas saat di uji kemampuannya seperti, menyontek, atau
bertanya kepada teman.
3. Orang tua tidak memberi rasa aman tetapi menuntut dengan menunjukkan prestasi tanpa
mau menemani perjuangan anak-anaknya, karena ada yang berpedoman bahwa semua
tanggung jawabnya gugur bila telah mencukupi kebutuhan materi.
4. Anak lupa bagaimana menghornati orang tua karena dirinya sudah merasa menjadi
manusia yang berpendidikan sayangnya banyak yang tidak punya sopan dan tidak punya
rasa santun terhadap orang tua
5. Siswa lebih suka jadi tukang pijit ( SMSan) dari pada belajar
6. Siswa tidak bisa menghargai guru sehingga saat guru membimbing belajar kurang mendapat
perhatian.
7. Siswa lupa dengan kodho dan kodar sehingga tindaknnya selalu nyasar
8. Siswa lebih suka menyalahkan orang lain atas kegagalannya dari pada mengoreksikesalahan
diri sendiri.
9. Siswa jauh dari Ilahi yang telah memberikan kesempatan hidup di muka bumi ini
10.Siswa tidak percaya lagi tentang pepatah yang pengatakan" Siapa yang menanam dia
yang akan mengetam".
Jumat, 13 April 2012
1. ANAKKU
Namamu begitu erat menjerat
Urat nadi yang berdenyut setiap saat
Rasanya berat untuk melupakanmu
Cahaya yang terpancar dari wajahmu
Amat menyilaukan hati hambaMu
Hanyut terbawa rasa cinta dan rasa rindu
Yang begitu berat membebani hidup
Oleh besarnya rasa kasih dalam kalbu
Yang kurasa saat ini
Untaian sajak-sajak cinta
Diantara darai air mata
Ingin kulepaskan rindu di dada
Hari - hariku terbelenggu
Entah mengapa wajahmu menggoda kalbu
Resah gelisah selalu menyertaiku
Mengharap kehadiranmu
Akan menambah kebahgiaanku
Wajah tampanmu dan kulit putihmu
Akan selalu menjadi pengisi hatiku
Harapanku... alangkah indahnya bila kau menjadi puteraku.
2. Allahu Akbar
Bergetar seluruh tubuhku
Saat menyadari peristiwa itu
Kau terlepas dari kepalaku
Bergulir menuju gerbang rumahmu
Ada apa itu?
Kenapa itu terjadi padaku
Adakah salahku padamu
Yang menoreh di dalam kalbumu
Sayang.....
Bila bundamu menorehkan luka
Maafkan dengan kebesaran jiwa
Biar damai menyelimuti jiwa
Sayangqyu....
Kedatanganmu membalut luka hatiku
Namun kini, siksa memenuhi nuraniku
Karena belum tahu isi hatimu
Ya Allah... yang maha pengasih
Ku mohon ampunanmu sepenuh hati
Jangan biarkan hambamu selalu tersakiti
Karena kesalahan yang tiada dimengerti
Sayangqyu....
Bunda kangen padamu
Kangen senyum manismu
Rindu sikap relegiusmu
Matahariku...
Bersinarlah selalu
Tuk lingkungan disekitarmu
ebagai penerang di dalam kalbu
DEDEK
Mau tidur ingat kamu
Mau mandi kusebut namamu
Di jalan namamu terlantor dari bibirku
Mangapa ini?
Dedek..
Sebutan anak-anak kecil
Yang menawan di dalam hati
Tuk semua anak-anak negeri
Kau memang rupawan
Senyummu menggoda jiwa
Perilakumu santun tiada tara
Membuatku jatuh cinta
EGOISME
Jaman edan
Manusia makin tak karuan
Mengumbar Aurat demi roti sekerat
Tanpa malu berbuat maksiat
Zaman semakin maju
Manusia gerah bila berbaju
Makanan yang serba keju
Manusia lupa masa lalu
Negerimu terindah untukmu
Jangan hanya memburu nafsu
Memenuhi segala hasratmu
Dengan menikam sesamu
Kau buru kehendakmu
Tak sedikitpun ada rasa asih dihatimu
Kau tinggalkan luka pada sesama
Demi terwujudnya cita-cita
Namamu begitu erat menjerat
Urat nadi yang berdenyut setiap saat
Rasanya berat untuk melupakanmu
Cahaya yang terpancar dari wajahmu
Amat menyilaukan hati hambaMu
Hanyut terbawa rasa cinta dan rasa rindu
Yang begitu berat membebani hidup
Oleh besarnya rasa kasih dalam kalbu
Yang kurasa saat ini
Untaian sajak-sajak cinta
Diantara darai air mata
Ingin kulepaskan rindu di dada
Hari - hariku terbelenggu
Entah mengapa wajahmu menggoda kalbu
Resah gelisah selalu menyertaiku
Mengharap kehadiranmu
Akan menambah kebahgiaanku
Wajah tampanmu dan kulit putihmu
Akan selalu menjadi pengisi hatiku
Harapanku... alangkah indahnya bila kau menjadi puteraku.
2. Allahu Akbar
Bergetar seluruh tubuhku
Saat menyadari peristiwa itu
Kau terlepas dari kepalaku
Bergulir menuju gerbang rumahmu
Ada apa itu?
Kenapa itu terjadi padaku
Adakah salahku padamu
Yang menoreh di dalam kalbumu
Sayang.....
Bila bundamu menorehkan luka
Maafkan dengan kebesaran jiwa
Biar damai menyelimuti jiwa
Sayangqyu....
Kedatanganmu membalut luka hatiku
Namun kini, siksa memenuhi nuraniku
Karena belum tahu isi hatimu
Ya Allah... yang maha pengasih
Ku mohon ampunanmu sepenuh hati
Jangan biarkan hambamu selalu tersakiti
Karena kesalahan yang tiada dimengerti
Sayangqyu....
Bunda kangen padamu
Kangen senyum manismu
Rindu sikap relegiusmu
Matahariku...
Bersinarlah selalu
Tuk lingkungan disekitarmu
ebagai penerang di dalam kalbu
DEDEK
Mau tidur ingat kamu
Mau mandi kusebut namamu
Di jalan namamu terlantor dari bibirku
Mangapa ini?
Dedek..
Sebutan anak-anak kecil
Yang menawan di dalam hati
Tuk semua anak-anak negeri
Kau memang rupawan
Senyummu menggoda jiwa
Perilakumu santun tiada tara
Membuatku jatuh cinta
EGOISME
Jaman edan
Manusia makin tak karuan
Mengumbar Aurat demi roti sekerat
Tanpa malu berbuat maksiat
Zaman semakin maju
Manusia gerah bila berbaju
Makanan yang serba keju
Manusia lupa masa lalu
Negerimu terindah untukmu
Jangan hanya memburu nafsu
Memenuhi segala hasratmu
Dengan menikam sesamu
Kau buru kehendakmu
Tak sedikitpun ada rasa asih dihatimu
Kau tinggalkan luka pada sesama
Demi terwujudnya cita-cita
Langganan:
Postingan (Atom)