Jumat, 09 Maret 2012

Betapa merananya hati seorang perempuan bila suaminya mengatakan hidupnya tak bahagia bersanding dengan dirinya, dengan tanpa perasaan ternyata dihatinya menganggap pernikahannya cuma normatif ironisnya sampai memiliki 2 anak yang manis - manis.
Apa fungsi seorang istri?
Apakah seorang istri hanya di anggap sebagai sapi perah saja? Sungguh tidak adil apabila seorang suami berselingkuh ujung-ujungnya selalu istri yang disalahkan. Di mana letak keadilan? Hati itu tak akan bisa damai selagi salah satunya masih dikuasai angkara murka dan kesombongan.
Bertahun-tahun mengarungi mahligai rumah tangga tetapi tak pernah ada kebaikan yang dimiliki seorang istri. Adanya cuma hujatan dan celaan, menjual rasa iba agar mendapat simpati dari selingkuhannya. Kapankah dunia ini berpihak kepada kaum hawa.
Banyak kaum hawa yang memasuki pernikahan tetapi herus mencukupi kebutuhan keluarga? apa dunia ini sudah terbalik? Perjuangan hidup yang tiada akhir, harusken akan begitu?

Harusnya seorang suami tau kuwajibannya sebagai kepala rumah tangga.  Dimana kebutuhan keluarga itu mutlak mejadi tanggung jawabnya. Seorang suami harusnya memberikan nafkah lahir dan batin, memberi perlindungan, memberi kasih sayang, memberi tempat tinggal, dan memberikan rasa aman. Jangan hanya pintar teory saja,

Hiudup ini nyata, buklan khayalan, perit lapar ini nyata tak bisa dicukupi dengan kata yang mengibur, biaya sekolah anak2pun nyata bukan cukup dengan teory kecukupan.. camkan bahwa  lelaki sejati adalah yang bisa sembodo dalam segala hal, punya harga diri yang jelas. bukan memasang harga diri tinggi tetapi tak punya tanggung jawab sama sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar