Jumat, 20 April 2012

Ujian Nasional

Ujian Nasional

Ujian Nasional yang menggemparkan, jalanmu menjadi beban anak didik bangsa yang tidak bermental baja. Mereka ketakutan karena tidak persiapan secara mandiri. Ujung-ujungnya menyalahkan orang lain dan negri ini. Sebenarnya kalau ujian itu didasari rasa ikhlas dan pasrah setelah berusaha semua tak kan ada masalah.Yang menjadi masalah adalah karena manusia punya ambisi  namun tak didasari kesadaran tentang kewajibannya sebagai seorang hamba.
Dia merasa selalu menjadi orang yang  paling benar, paling pintar dan paling sempurna. Sehingga bila terjadi kegagalan akan segera mencari kambing hitam.

Mengapa Ujian Nasional menegangkan?
1. Siswa sendiri hanya belajar secara dadakan tidak kontinyu sejak awal
2. Siswa suka mengandalkan jalan pintas saat di uji kemampuannya seperti, menyontek, atau
     bertanya kepada teman.
3. Orang tua tidak memberi rasa aman tetapi menuntut dengan menunjukkan prestasi tanpa
     mau  menemani perjuangan anak-anaknya, karena ada yang berpedoman bahwa semua
     tanggung jawabnya gugur bila telah mencukupi kebutuhan materi.
4. Anak lupa bagaimana menghornati orang tua karena dirinya sudah merasa menjadi
     manusia  yang berpendidikan sayangnya banyak yang tidak punya sopan  dan tidak punya
     rasa santun terhadap orang tua
5. Siswa lebih suka jadi tukang pijit ( SMSan) dari pada  belajar
6. Siswa tidak bisa menghargai guru sehingga saat guru membimbing belajar kurang mendapat
     perhatian.
7. Siswa lupa dengan kodho dan kodar sehingga tindaknnya selalu nyasar
8. Siswa lebih suka menyalahkan orang lain atas kegagalannya dari pada mengoreksikesalahan
    diri sendiri.
9. Siswa jauh dari Ilahi yang telah memberikan kesempatan hidup di muka bumi ini
10.Siswa tidak percaya lagi tentang pepatah yang pengatakan" Siapa yang menanam dia 
        yang akan mengetam".

Jumat, 13 April 2012

1. ANAKKU

Namamu begitu erat menjerat
Urat nadi yang berdenyut setiap saat
Rasanya berat untuk melupakanmu

Cahaya yang terpancar dari wajahmu
Amat  menyilaukan hati hambaMu
Hanyut terbawa rasa cinta dan rasa rindu
Yang begitu berat membebani hidup
Oleh besarnya rasa kasih dalam kalbu

Yang kurasa saat ini
Untaian sajak-sajak cinta
Diantara darai air mata
Ingin kulepaskan rindu di dada

Hari - hariku terbelenggu
Entah mengapa wajahmu menggoda kalbu
Resah gelisah selalu menyertaiku
Mengharap kehadiranmu
Akan menambah kebahgiaanku
Wajah tampanmu dan kulit putihmu
Akan selalu menjadi pengisi hatiku
Harapanku... alangkah indahnya bila kau menjadi puteraku.

2. Allahu Akbar

Bergetar seluruh tubuhku
Saat  menyadari peristiwa itu
Kau terlepas dari kepalaku
Bergulir menuju gerbang rumahmu

Ada apa itu?
Kenapa itu terjadi padaku
Adakah salahku padamu
Yang menoreh di dalam kalbumu

Sayang.....
Bila bundamu menorehkan luka
Maafkan dengan kebesaran jiwa
Biar damai menyelimuti jiwa

Sayangqyu....
Kedatanganmu membalut luka hatiku
Namun kini, siksa memenuhi nuraniku
Karena belum tahu isi hatimu

Ya Allah... yang maha pengasih
Ku mohon ampunanmu sepenuh hati
Jangan biarkan hambamu selalu tersakiti
Karena kesalahan yang tiada dimengerti

Sayangqyu....
Bunda kangen padamu
Kangen senyum manismu
Rindu sikap  relegiusmu

Matahariku...
Bersinarlah selalu
Tuk lingkungan disekitarmu
ebagai penerang di dalam kalbu

DEDEK

Mau tidur ingat kamu
Mau mandi kusebut namamu
Di jalan namamu terlantor dari bibirku
Mangapa ini?

Dedek..
Sebutan anak-anak kecil
Yang menawan di dalam hati
Tuk semua anak-anak negeri

Kau memang rupawan
Senyummu menggoda jiwa
Perilakumu santun tiada tara
Membuatku jatuh cinta


EGOISME

Jaman edan
Manusia makin tak karuan
Mengumbar Aurat demi roti sekerat
Tanpa malu berbuat maksiat

Zaman semakin maju
Manusia gerah bila berbaju
Makanan yang serba keju
Manusia lupa masa lalu

Negerimu terindah untukmu
Jangan hanya memburu nafsu
Memenuhi segala hasratmu
Dengan menikam sesamu

Kau buru kehendakmu
Tak sedikitpun ada rasa asih dihatimu
Kau tinggalkan luka pada sesama
Demi terwujudnya cita-cita