Hari-hari sekarang sangat berat saya lalui, tanpa orang yang mau mengerti tetang diriku, aku selalu berusaha mengertimu tetapi kau selalu mengecewakan diriku, sudah suratan barangkali sehingga hidupku harus membentur karang tajam yang sangat menyakitkan.
Derai air mata seolah tida arti lagi, kepedihanku hanya kuserahkanMu ya Allah, karena Engkaulah yang menjalankan garis-garis nasib hambaMu,
Hambamu yang dhoif ini hanya bisa berkeluh kesah kepadaMu, karena keluh kesah kepada sesama umatmu hanya akan menambah beban batin ini.
Ya Allah kenapa aku begitu sayang pada hamba ciptaanMu, Bila memang dia kau cipta sebagai putraku ijinkan aku menyayangi sepenuh hati, tetapi bila Engaku tiada berkenan jauhkan dia dari hambamu ijni. HambaMu ini sangat tersiksa karena hambaMu juga. Aku sayang dia ya Allah jangan hinakan hambam\Mu ini baik didunia maupun di akherat, Amin.
Derai air mata yang kusandang
Menghancurkan sendi-sendi jiwa
Pedihnya rasa di dalam jiwa
Melemahkan kekuatan raga
Apapun yang kau minta
Kutiada kuasa tuk menolaknya
Saat ku butuhkan senyummu
Kau acuh pada diriku
Padahal yang ku mau
Darimu putraku..
Hanyalah sebuah sapa, senyum
Tanpa harta yang harus kau ulurkan
Maafkan aku...
Bila kau anggap banyak menuntut
Aku ingin jd malaikatmu
Ternyata hatiku tak sanggup selalu
Menjadi malaikatmu.
Maafkan aku sayangku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar